Disebut Pernah Lebih Baik dari Pogba, Morrison Kian Sesali Masa Lalu

Ravel Morrison jadi kekecewaan besar Manchester United karena gagal memenuhi potensi terbaiknya. Morrison kini cuma bisa menyesali masa lalunya.

Morrison dahulu adalah pemain akademi Manchester United. Ia sempat menjadi rekan setim Paul Pogba dan Jesse Lingard di tim junior.

Di masa belianya, Morrison sudah mencuri perhatian para pemain senior ‘Setan Merah’. Penyerang legendaris sekaligus mantan kapten Man United, Wayne Rooney, menyebutnya jauh lebih baik dari Pogba sekalipun.

Klaim itu didukung juga oleh pernyataan mantan bek, Rio Ferdinand. Hanya saja talenta besar Morrison pada akhirnya cuma sia-sia karena sikapnya yang tak profesional.

Ia cuma tiga kali memperkuat tim utama Man United, hingga dilepas ke West Ham United pada musim 2011/2012. Di usianya yang 27 tahun, Morrison sudah kepayahan memapankan diri di satu klub.

Dari Premier League dan Championship Liga Inggris, hingga Serie A Italia, Liga Meksiko, juga Liga Swedia pernah dirasakannya. Tak kurang dari Birmingham City, Queens Park Rangers, Cardiff City, Lazio, Atlas, Ostersund, Sheffield United, dan Middlesbrough pernah diperkuat, tapi periodenya di klub-klub tersebut hanya singkat.

Ketika mengetahui komentar dari Rooney dan Ferdinand, Morrison tak bisa tak menyesali masa lalunya.

“Tentunya itu adalah komentar-komentar luar biasa, terutama dari pemain seperti Rooney. Dia mungkin salah satu yang terbaik yang pernah dilahirkan Inggris, kalau bukan yang terbaik,” ungkapnya kepada talkSport, seperti dikutip Sky Sports.

“Tapi itu bikin Anda sedikit kesal juga, karena saya bisa saja melangkah lebih jauh, saya seharusnya melangkah lebih jauh dan saya masih berharap untuk bisa melangkah lebih jauh. Saya sejak awal tahu saya punya kemampuan, tapi saya dulu tak menyadari dan memahami pikiran para pemain ini pada waktu itu.”

“Kalau saya bisa duduk dan memutar kembali waktu dalam hidup saya, akan ada banyak hal yang ingin saya ubah. Tumbuh di United adalah sesuatu yang biasa buat saya ketika masih belia. Itu tempat yang menyenangkan untuk menjalani hari-hari dengan para pemain kelas dunia, sangat enak.”

“Dan saya tahu ini buruk, tapi karena saya sudah ada di sana sejak kira-kira U-9, saya akan melewatkan latihan beberapa hari. Saya akan bangun dan melewatkannya begitu saja. Saya juga tak tahu kenapa,” tandasnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *