Oezil Enggak Disukai Para Pemain Arsenal

Nasib Mesut Oezil di Arsenal begitu suram. Sudah jarang banget diturunkan, kemudian tersiar kabar juga kalau para pemain The Gunners lainnya tak menyukainya.
Terakhir kali Mesut Oezil dimainkan adalah pada bulan Maret 2020 kemarin. Setelahnya, dirinya tak masuk skuad utama Arsenal malah juga tidak berada di bangku cadangan.

Di Liga Inggris musim 2020/2021 ini pun pemain asal Jerman tersebut tak pernah masuk dalam skuad. Di ajang Liga Europa, namanya juga tak dimasukkan dalam daftar.

Dilansir dari Mirror, Mesut Oezil masih dapat banyak pundi-pundi uang walau tidak bermain. Gaji Oezil di Arsenal selama sepekan adalah sebesar 350 ribu paun atau sekitar Rp 6,7 miliar!

Baru-baru ini Oezil juga kecipratan bonus dari Arsenal. Suatu bonus bernama bonus loyalitas, karena dirinya enggan pindah di bursa transfer musim panas kemarin.Bonus loyalitas itu besarannya 8 juta pound atau setara Rp 153 miliar.

Mesut Oezil dibeli Arsenal dari Real Madrid pada 2 September tahun 2013 silam. Gelandang asal Jerman itu ditebus seharga 42 juta paun atau setara Rp 824 miliar.

Begitu tiba, Oezil langsung jadi pusat perhatian. Kreativitasnya di lini tengah dan umpan-umpannya yang memanjakan begitu apik dilihat.

Empat Piala FA dan dua kali Community Shield pernah diraihnya. Tapi sayangnya, beberapa musim terakhir Oezil sudah terpinggirkan puncaknya di musim lalu. Dimulai pada akhir masa jabatan manajer Arsenal sebelum Mikel Arteta, Unai Emery.

Toh di masa kepelatihan Mikel Arteta, Oezil juga makin terpinggirkan.

Unai Emery suatu waktu pernah ditanya soal penampilan Mesut Oezil. Katanya, Oezil harus berani menerima kritikan.

“Saya sering berbincang dengan Oezil. Saya berpesan kepadanya untuk bisa menerima kritikan dan mengembangkan diri dan sikapnya,” terang Emery.

Emery juga pernah bilang, kalau dirinya ingin sekali membantu Oezil untuk kembali menjadikannya sebagai pemain hebat. Malah, dia sudah beberapa kali memberikan jabatan kapten.

“Dia bisa saja jadi kapten terus, tapi ‘ruang ganti’ tidak menginginkannya. Kapten adalah seseorang yang harus membela klub, manajer, dan rekan satu tim,” tegasnya.

Potongan wawancara itu kembali jadi perbincangan. Bisa jadi, Oezil performanya sudah turun di lapangan, tak mendapat kepercayaan dari manajer, dan ditambah tak disukai rekan-rekan setimnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *